DNS (Domain Name Service)

             Dalam dunia internet, sering kita mendengar istilah ip address, ip address ini merupakan sebuah alamat dari sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan atau beberapa layanan. Ip address ini dapat diistilahkan sebuah alamat rumah yang mana setiap rumah tidak dapat memiliki alamat yang sama begitupun ip address, ip address ini terdiri dari digit 1-0 untuk ip versi 4 sedangkan untuk ip versi 6 memiliki rentang 1-F, alamat inilah yang dapat dimengerti dan dipahami oleh mesin-mesin yang menjalankan internet. Namun lamat ip ini tidak mudah dimengerti oleh manusia, dikarenakan manusia lebih mudah mengingat karakter alfabet ketimbang karakter angka, untuk menjembatani dua permasalahan ini, dikembangkanlah DNS. Domain Name System (DNS) merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk melakukan translasi / penerjemahan sebuah alamat yang dapat di pahami oleh manusia ke alamat yang dapat dipahami oleh sistem komputer. Simplenya DNS ini dapat dianalogikan sebagai buku telepone, yang mana berisi data nomor telepone dan nama pemilik nomor tersebut. Misalnya nomor 123456 merupakan milik andi, maka nomor itu tidak dapat dimiliki oleh orang lain, sama halnya pada dns, dns akan menyimpan data berupa alamat ip dan domain pada sebuah database / file. Saat kita melakuakn aktifitas browsing, misal kita mengetik www.google.com, maka komputer kita akan mengirimkan sebuah paket kepada DNS server untuk menanyakan alamat ip dari alamat yang kita ketik tersebut, namun perlu diperhatikan alamat dan kata pencarian itu berbeda. Ketika paket permintaan alamat itu diterima oleh DNS server, maka sistem DNS akan mengecek keberadaan alamat ip yang diminta tersebut, jika ditemukan alamat yang cocok maka alamt ip akan dikirim balik ke komputer yang kita gunakan, dan barulah komuter yang kita gunakan dapat menghubungi layanan yang bersangkutan. Tanpa DNS ini kita harus mengingat seluruh ip address situs situs / sistem /layanan yang ada, dimana situs situs / sistem / layanan ini jumlahnya sangat banyak.

Aplikasi yang dapat digunakan adalah bind9, aplikasi ini berjalana pada platform sistem operasi linux. Untuk melakukan konfigurasi bind9 pada linux, kita perlu mengerti dan memahami sintak-sintak yang ada pada sistem konfigurasi aplikasi tersebut, berikut penjelasannya:

acl

Mendefinisikan kontrol akses yang dapat digunakan pada direkif lain

logging

Mendefinisikan konfigurasi untuk log

controls

Mendefinisikan kontrol terhadap rndc

key

Mendefinisikan kunci yang dapat digunakan untuk melakukan enkripsi yang dapat digunakan untuk mengamankan lalulintas data DNS

options

Mendefinisikan konfigurasi global untuk BIND

server

Mendefinisikan konfigurasi untuk server

view

Bertindak sebagai kontainer untuk direktif zone

zone

Mendefinisikan konfigurasi untuk domain

SOA

Menandai awal dari berkas zona dan mendefinisikan parameter yang akan mempengaruhi seluruh zona

NS

Menentukan server DNS yang digunakan oleh domain

MX

Menentukan server surat untuk domain

A

Memetakan nama host ke alamat ip

PTR

Memetakan alamat ip ke nama host

CNAME

Merupakan nama alias dari nama host

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s