Routing

Selamat sore, para pencari ilmu 🙂

           Sore ini saya akan berbagi tentang teori routing. Apa routing ip itu? Menurut buku CCNA, routing ip adalah proses memindahkan paket data dari satu network ke network yang lain menggunakan peralatan yang bernama router ( atau peralatan yang dapat bekerja pada layer 3 pada OSI).  Sebelum lanjut ada istilah routing protocol dan routed protocol (hewan apa lagi ini, heheheheha becanda), berikut perbedaannya, routing protocol digunakan oleh router yang secara dinamis menemukan semua network deisebuah internetwork, dan memastikan semua router memiliki routing table yang sama. Pada dasarnya, routing protocol menetukan jalur yang akan di lewati oleh paket data. Contohnya adalah RIP, IGRP, dll. Sedangkan Routed Protocol, merupakan protocol yang dituogaskan pada sebuah interface untuk menetukan bagaiman paket data akan dikirimkan. Contohnya adalah IP dan IPX. Pada umumnya terdapat 3 tipe routing, yaitu:

  1. Routing Statis, Jenis routing ini merupakan routing yang paling sulit diimplemetasikan, dikarenakan seorang admin harus mengisi data pada routing table secara menual pada setiap router agar paket dapat dikirimkan pada tujuan.
  2. Routing Default, Jenis routing ini hanya dapat digunakan untuk mengirimkan paket-paket data ke sebuah network yang tidak memiliki routing table dan hanya memiliki satu jalur keluar dari network itu.
  3. Routing Dinamis, Jenis routing ini sudah memanfaatkan routing protocol yang digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router-router secara otomatis.

            Dalam dunia routing terdapat baberapa istilah yang mungkin asing bagi orang yang baru mengenalnya salah satunya adalah Administrative Distance yang biasa disingkat AD (hewan apa lagi ini, ;(  ) , AD digunakan untuk megukur tingkat kepercayaan yang bahasa kerennya trustworthines, dari informasi routing yang diterima oleh sebuah router dari router tetangga. AD merupakan bilangan bulat 0 hingga 255, yang mana 0 adalah yang paling dapat dipercaya dan jika nilainya semakin mengarah kepada nilai 255, maka tidak akan ada lalu lintas data yang akan melewati router tersebut. AD yang paling rendah merupakan jalur yang akan digunakan oleh router sebagai jalan utama untuk mengirimkan data. Nilai-nilai AD ini disimpan pada routing table pada router.

Pada umumnya terdapat tiga kelas untuk routing protocol, yaitu :

  1. Distance Vector, Jenis protocol ini akan menemukan jalur terbaik kesebuah network remote dengan menilai jarak .  Jadi protocol ini akan mencari jalan terbaik dengan menghitung jumah hop ( router) yang akan dilewati oleh paket data, dimana hop yang paling sedikit akan dijadikan prioritas tertinggi. Contoh IGRP.
  2. Link State, Pada jenis protocol ini atau yang disebut juga sebagai protocol shortest-path-fisrt, yang mana setiap router akan menciptakan tiga buah tabel terpisah. Satu dari tabel ini akan mencatat perubahan dari network-network yang terhubung secara langsung, datu tabel lain menentukan topologi dari keseluruhan internetwork., dan tabel terakhir digunakan sebagai routing table. Contoh OSPF.
  3. Hybrid, Jenis protocol ini merupakan pernggabungan dari jenis Distance Vector dan Link State. Contoh EIGRP.

Demikian teori singkat mengenai routing, semoga bermanfaat,,,,

Sumber :

  • Buku CCNA, Study Guide Tahun 2005
Advertisements

One thought on “Routing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s